Tandan Pisang

Loading...

Selasa, 01 Mei 2012

Etika Lingkungan dan Gereja: Ekologi dan Ekumene


Etika Lingkungan dan Gereja: Ekologi dan Ekumene


Gereja dalam konsep kesatuannya yang disebut ekumene ( oikumene ), menunjuk kepada hubungan interdominansi gereja, yakni makna kesatuan hubungan antara gereja dengan seluruh ciptaan Allah yang ada di dunia. Gereja tidak hanya menyatakan koinonia dengan sesamanya manusia, tetapi juga dengan lingkungan. Gereja harus berpartisipasi secara aktif dalam usaha pemeliharaan lingkungan hidup dalam konteks globalisasi sekarang ini khususnya mengenai kerusakan ekologis, karena gereja mengemban misi pendamaian yang memperdamaikan segala sesuatu dengan Allah termasuk memperdamai kerusakan lingkungan yang telah terjadi. Pendamaian yang dilakukan atas inisiatif Allah melalui Yesus Kristus yang turun ke dalam dunia, ialah demi adanya hubungan yang baik antara manusia dengan Allah. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, hubungan antara Allah dengan manusia menjadi rusak, karena itu  gereja dituntut untuk berperan besar dalam mengatasi masalah lingkungan. Karya pendamaian tersebut adalah berdamai dengan Allah, berdamai dengan sesama, berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan alam.
Gereja memberi perhatian secara khusus terhadap masalah ketidakadilan, perang, dan penghancuran lingkungan hidup sebagai akibat dari kerakusan manusia. Sekarang ini sering kali alam dijadikan sebagai objek eksploitasi manusia. Sebenarnya Allah menciptakan manusia dan alam untuk saling melengkapi, bukan untuk mengeksploitasi, karena itu seharusnya manusia dapat menyadari bahwa alam atau ekologi itu adalah suatu relasi kehidupan yang tidak akan mungkin dapat terpisahkan dari manusia. Manusia dapat mengembangkan hubungan yang damai dengan alam, namun seringkali manusia hanya menjadikan dirinya sebagai pemanfaat atau pengguna atas makhluk ciptaan Allah termasuk lingkungan tanpa peduli terhadap lingkungan tersebut. Manusia hanya memanfaatkan lingkungan tanpa peduli terhadap lingkungan tersebut sehingga menyebabkan terjadinya krisis ekologi lingkungan.
Dewan Gereja Se-dunia menggumuli masalah tugas gereja terhadap lingkungan sejalan dengan makin pesatnya IPTEK. Gereja dalam memandang hakikat dan misinya terhadap lingkungan alam.harus melakukan upaya-upaya pemahaman yang mendalam tentang teologi lingkungan melalui ibadah ataupun khotbah kepada jemaat serta melakukan identifikasi dan inventarisasi masalah-masalah yang menyangkut krisis ekologis di lingkungan masing-masing. Implementasi syalom Allah dalam konteks keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan dapat terjadi ketika adanya  transformasi rohani yang membaharui manusia, karena itu berarti manusia telah menyadari bahwa dirinya adalah sama seperti makhluk ciptaan Allah lainnya sehingga manusia tidak hanya memikirkan keperluan dan kepentingan pribadinya semata lagi, namun juga dapat mulai membuka diri untuk menyadari keberadaan ciptaan lain yang ada disekitarnya seperti lingkungan sekitarnya yang tanpa disadarinya telah mengalami krisis ekologi pada masa global ini. Dengan demikian proses pencegahan dan penanggulangan kerusakan dan perusakan lingkungan tersebut dapat teratasi bahkan dapat  menyadarkan manusia akan pentingnya memelihara dan melestarikan lingkungan alam karena merupakan karunia Allah yang kelak akan menjadi warisan kita bagi generasi berikutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar